Penatalaksanaan Keperawatan Kusta

curriculum vitae

Biografi
Hoiriah,SPd,S.Kep,Ns
Lahir : Palembang,30 januari 1971
Alamat : jl kopral urip no 08 rt 041. rw 013 plaju palembang
Status: menikah ,2 putra
email: hoiriah oke@gmail.com
Riwayat pendidikan.

Staf pengajar
Profesi ners stik siti khadijah,,2013
Sarjana STIK siti khadijah ,2010
Sarjana pendidkan universitas sriwijaya,2000

Luka adalah suatu keadaan terputusnya konyinuitas jaringan yang disebabkan oleh berbagai hal. Seperti trauma mekanik, termal/radiasi, fisik, pembedahan dan zat kimia.

JENIS LUKA :

LUKA AKUT adalah LUKA YANG PROSES PENYEMBUHANNYA SESUAI DENGAN TAHAPAN-TAHAPAN PENYEMBUHAN LUKA.

LUKA KRONIS adalah TERJADI KETIKA PENYEMBUHAN LUKA TIDAK SESUAI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA YANG DIPENGARUHI OLEH FAKTOR FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL.

Stadium I: kulit warna kemerahan, lapisan epidermis belum ada yang hilang

Stadium II: hilangnya lapisan epidermis sampai batas dermis paling atas

Stadium III: rusaknya lapisan dermis bagian bawah hingga lapisan sub kutan

JENIS –JENIS LUKA KUSTA

  1. PRA LUKA

PRA LUKA ; ADALAH LUKA SEBELUM TERJADINYA ULKUS ATAU LUKA,MELIPUTI :

  • BILSTER ( LEPUH ) : LUKA PADA PASIEN KUSTA SEBELUM TERJADINYA ULCUS YANG BERUPA NODUL ATAU LEPUH

  • CRACK ( FISURA ): LUKA SEBELUM ULKUS TERJADI YANG BERUPA KULIT KERING DAN RETAK.

2. LUKA LEPRAMATOSA

LUKA LEPRAMATOSA ADALAH : NODUL ATAU INFILTRAT YANG MEMECAH DISELURUH TUBUH DAN MENJADI LUKA YANG MENGELUARKAN SEKRET BERISI KUMAN KUSTA DALAM JUMLAH YANG BANYAK.LUKA LEPRAMATOSA SERING DISEBUT LUKA REAKSI

  1. LUKA STATIS

LUKA STATIS ADALAH LUKA YANG TERJADI PADA PUNGGUNG KAKI TERUTAMA PADA LEKUKAN SENDI DAN 1/3 BAWAH DARI KAKI

LUKA PLANTAR

LUKA PLANTAR ADALAH: LUKA YANG TIMBUL PADA PERMUKAAN KAKI YANG DIAKIBATKAN OLEH KELUMPUHAN SARAF SENSORIS,OTONOM,MOTORIS

LUKA PLANTAR DIBAGI 2 YAITU :

– LUKA SIMPEL : LUKA YANG TERJADI PADA TELAPAK KAKI HANYA MENGENAI LAPISAN KULIT DENGAN DASAR BERSIHDAN TERJADI JARINGAN JARINGAN GRANULASI KEMERAHAN DAN TIDAK ADA PUS DAN SINUS.

LUKA KOMPLIKASI

LUKA YANG TERJADI PADA TELAPAK KAKI YANG TERDIRI DARI JARINGAN MATI,PUS MENGENAI TULANG,INI AKIBAT DARI LUKA SIMPEL YANG DISERTAI RADANG KARENA ADANYA INFEKSI BIASANYA ADA PEMBESARAN KELENJAR LIMPE PADA DAERAH INGUINAL.

PRINSIP PERAWATAN LUKA

  • Mengatasi atau menekan faktor causatif

  • Kontrol faktor penyembuhan luka/support sistemik

  • Pemilihan wound care dressing yang tepat

  • Merencanakan program perawatan luka selanjutnya

PENGKAJIAN LUKA

KLASIFIKASI LUKA

LOKASI LUKA

MEASURE

  • M(MEASURE) MENGUKUR PANJANG, LEBAR, KEDALAMAN

  • E(EKSUDAT) JUMLAH DAN KUALITAS EKSUDAT DAN BAU

  • A(APPEARANCE) PERMUKAAN LUKA, JENIS JARINGAN

  • S(SUFFERING) ADANYA NYERI DAN TINGKAT NYERI

  • U(UNDERMINING) ADA ATAU TIDAKNYA GOA

  • R(REEVALUASI) MENGETAHUI ADANYA KOMPLIKASI DAN PERKEMBANGAN LUKA

  • E(EDGE) KONDISI TEPI LUKA DAN KULIT SEKITAR

PENGUKURAN LUKA

PANJANG (VERTIKAL AXIS HEAD TO TOE, JAM 12-06)

LEBAR (HORISONTAL JAM 03-09)

KEDALAMAN (DARI EPIDERMIS YANG UTUH SAMPAI BAGIAN TERDALAM DARI LUKA)

KARAKTERISTIK EXUDAT: SEROUS,HEMOSEROUS,PURULENT

JUMLAH EXUDAT

BAU : TIDAK ADA SEDANG MENYENGAT

APPEARANCE
(WARNA DASAR LUKA)

Stadium IV: rusaknya lapisan sub kutan hingga tulang dan otot Sistem RYB (Red Yellow Black)

Kemudahan sistem ini adalah bersifat konsisten mudah dimengerti, tepat guna memilih tindakan perawatan atau balutan

Red (Merah)

Dasar warna luka merah tua atau terang, tampak lembab

Merupakan luka bersih, bergranulasi, vaskularisasi baik dan mudah berdarah

Warna dasar luka merah muda/pucat (lapisan epitelisasi)

Fase akhir proses penyembuhan luka

Yellow (Kuning)

Dasar luka kuning/kuning kecoklatan/kuning kehijauan/kuning pucat adalah jaringan nekrosis

Merupakan luka terkontaminasi, terinfeksi, avaskularisasi.

!!! Semua luka kronis merupakan luka yang terkontaminasi namun belum tentu terinfeksi

Tujuan perawatan

  • Meningkatkan sistem autolisis debridemen.

  • Absorb eksudat.

  • Menghilangkan bau yang tidak sedap.

  • Mengurangi/menghindari kejadian infeksi

Black (hitam)

Dasar luka warna hitam adalah jaringan nekrosis

Merupakan jaringan yang avaskularisasi

Tujuan perawatan : sama dengan dasar luka warna kuning

SUFFERING

TINGKAT NYERI ATAU SKALA NYERI

UNDERMINING (GOA)

ADA ATAU TIDAKNYA GOA

DIUKUR PANJANGNYA, LOKASI PADA JAM BERAPA (SEARAH JARUM JAM)

REEVALUATE

TUJUANNYA

UNTUK MENGETAHUI ADANYA TANDA-TANDA KOMPLIKASI DAN MONITOR PERKEMBANGAN UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN

DAPAT DIGUNAKAN FORM PERKEMBANGAN LUKA

EDGE (KULIT SEKITAR LUKA)

UTUH

ESKORIASI (ABRASI)

INFLAMASI

MASERASI (KULIT BASAH SEKALI, WARNA PUTIH)

EDEMA

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

1. FAKTOR INTRINSIK

meliputi: Usia, status nutrisidan hidrasi,oksigenasi dan perfusi jaringan, status imunologi dan penyakit penyerta

2 FAKTOR EKSTRINSIK

meliputi : pengobatan, radiasi trauma, dll

CARA PENGAMBILAN KULTUR LUKA

  1. Siapkan alat

  2. Cuci tangan

  3. Buka balutan lama

  4. Cuci luka dgn cairan nontoksik JANGAN DENGAN ANTISEPTIK

  5. Keringkan dengan kasa steril

  6. Diamkan luka sampai mengeluarkan eksudat

  7. Lakukan teknik sampling secara zig-zag sebanyak 10 x usapan yang mewakili seluruh area luka

  8. Segera kirim sampel ke lab

PRINSIP PENCUCIAN LUKA

TUJUAN:

  • Memfasilitasi fase fagositosis

  • Mengurangi bakterial load pada permukaan luka

  • Rehidrasi permukaan luka

  • Meminimalkan trauma pada luka

KARAKTERISTIK CAIRAN PENCUCI LUKA

  • Nontoksik pada jaringan

  • Dapat mengurangi jumlah mikroorganisme

  • Hipoalergen

  • Cost efektif

PENATALAKSANAAN LUKA AKUT

Mencakup penekanan pada faktor yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan dan dressing care.

Prymari dressing adalah balutan luka yang bersentuhan langsung dengan luka dan ditujukan untuk mempertahankan lingkungan yang steril, bersifat asorban, dan mampu mencegah trauma.

PENATALAKSANAAN LUKA KRONIK

Intervensi perawatan merupakan titik tolak terhadap proses penyembuhan luka

Pemilihan balutan harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jaringan kulit.

TOPIKAL DRESSING (MODERN DRESSING)

TUJUAN

  • MENAMBAH KELEMBABAN PADA LUKA YANG KERING

  • MENGERINGKAN LUKA YANG TERLALU BASAH

  • MENCIPTAKAN DAN ATAU MEMPERTAHANKAN KONDISI LEMBAB PADA LUKA (MOIST WOUND HEALING)

TUJUAN MOIST HEALING

  • MEMPERTAHANKAN SUHU YANG OPTIMAL

  • MENURUNKAN RESIKO INFEKSI

  • MENGURANGI RASA NYERI PADA SAAT PENGGANTIAN BALUTAN

  • MEMINIMALKAN TRAUMA PADA JARINGAN GRANULASI

MACAM-MACAM TOPIKAL TERAPI

ALGINATE

  • MENGANDUNG CALCIUM/SODIUM ALGINATE, ASAL RUMPUT LAUT

  • NONADHESIF, NONOKLUSIF, ABSORB

  • MENSTIMULI PROSES PEMBEKUAN DARAH, MAMPU MENYERAP EXUDAT (MODERAT),MAMPU MENINGKATKAN PROSES AUTOLISIS DEBRIDEMENT.

HYDROCOLOID

  • TERBUAT DARI CARBOXYMETHIL CELULOSA,GELATIN,PECTIN

  • ADHESIF, ELASTOMER,OKLUSIF

  • PRIMER/SEKUNDER DRESSING

  • BENTUKNYA PASTA,POWDER,LEMBARAN TIPIS/TEBAL

  • BAIK DIGUNAKAN UNTUK LUKA YANG BERWARNA MERAH,ABCES

  • MENYERAP EXUDAT,WATERPROOF,MOIST, MENDUKUNG PROSES AUTOLISIS DEBRIDEMEN, MENGHINDARI RESIKO INFEKSI,PROTEKSI SKIN BARIER

HIDROAKTIF GEL

  • BERBENTUK GEL DAN BERBHN DASAR GLICERIN/AIR

  • MEMBERIKAN KELEMBABAN

  • MENGISI JARINGAN MATI/NEKROTIK, MEMBANTU PROSES PELURUHAN JARINGAN NEKROTIK OLEH TBH SENDIRI,MELEMBABKAN LUKA KERING

  • DIGUNAKAN PADA KONDISI LUKA: KERING/NEKROTIK,LUKA WARNA KUNING DENGAN EKSUDAT MINIMAL

HYDROCELULOSA

TERBUAT DARI SELULOSA

KEUNTUNGAN :

  • TIDAK MUDAH KOYAK/LARUT

  • MUDAH MELEPASKANNYA,

  • MENDUKUNG PROSES AUTOLITIK DEBRIDEMENT.

  • MENINGKATKAN PROSES GRANULASI DAN REEPITELISASI,MEMBERIKAN KENYAMANAN PADA PASIEN.

FOAM

  • BERBAHAN POLYURETHANE

  • TIDAK MENINGGALKAN RESIDU,ABSORBEN DENGAN DAYA SERAP YANG LEBIH TINGGI, NYAMAN DIGUNAKAN, KONTROL HYPERGRANULASI

ANTI MIKROBIAL

  • EFEKTIF PADA KASUS INFEKSI

  • MENCEGAH LUKA KONTAK DENGAN BAKTERI/JAMUR

TRANSPARAN FILM

  • SEMI OKLUSIF,ADHESIF, NON ASORBEN

  • WATERPROOF DAN GAS PERMEABLE, SECONDARY DRESSING,SUPPORT AUTOLISIS DEBRIDEMENT, MENGURANGI NYERI, DIGUNAKAN UNTUK LUKA-LUKA SUPERFISIAL, NONEKSUDATIF

TRANSPARAN FILM

  • SEMI OKLUSIF,ADHESIF, NON ASORBEN

  • WATERPROOF DAN GAS PERMEABLE, SECONDARY DRESSING,SUPPORT AUTOLISIS DEBRIDEMENT, MENGURANGI NYERI, DIGUNAKAN UNTUK LUKA-LUKA SUPERFISIAL, NONEKSUDATIF

ZINC

  • BERBENTUK ZALF

  • SUPPORT AUTOLISIS DEBRIDEMENT

  • MENGHINDARI TRAUMA SAAT MEMBUKA BALUTAN

  • MEMPERTAHANKAN SUASANA LEMBAB

  • DAPAT DIGUNAKAN PADA DASAR LUKA BERWARNA MERAH, KUNING, HITAM

METRONIDAZOLE

  • BERBENTUK POWDER

  • MENGURANGI BAU AKIBAT JAMUR DAN ANAEROB

  • MENGURANGI NYERI DAN RADANG

PROSEDURE PERAWATAN LUKA

PERSIAPAN ALAT

  • ALAT STERIL

  • BAK INSTRUMEN

  • PINCET ANATOMI 1 BUAH

  • PINCET CHIRURGI 1 BUAH

  • GUNTING 1 BUAH

  • SARUNG TANGAN 1 PASANG

  • KASA, KAPAS

  • KORENTANG DALAM TEMPATNYA

ALAT TIDAK STERIL

  • SKORT

  • BENGKOK

  • SARUNG TANGAN TDK STERIL

  • TEMPAT SAMPAH

  • TRANSPARANT DRESSING

  • VERBAN

  • GUNTING VERBAN

  • HYPAFIX

C. OBAT

  • ANTISEPTIK

  • ANALGETIK

  • CAIRAN ISOTONIK

  • TOPIKAL TERAPI (EX: HIDROAKTIF GEL, CALCIUM ALGINATE, HIDROCOLOID, METRONIDAZOL POWDER, TULLE ETC)

II. PERSIAPAN LINGKUNGAN

ATUR LINGKUNGAN DENGAN AMAN DAN NYAMAN

PERSIAPKAN ALAT-ALAT DAN DEKATKAN

III.PERSIAPAN PENDERITA

  1. PERKENALKAN DIRI

  2. JELASKAN MAKSUD DAN TUJUAN

  3. ATUR PENDERITA SECARA NYAMAN

  1. PELAKSANAAN

  2. DEKATKAN ALAT-ALAT

  3. MASUKKAN ANALGESIC SUPP 30 MENIT SEBELUM DILAKUKAN RAWAT LUKA

  4. CUCI TANGAN

  5. GUNAKAN SKORT

  6. GUNAKAN SARUNG TANGAN TIDAK STERIL

  7. BASAHI BALUTAN LUKA DENGAN CAIRAN ISOTONIS

  8. BUKA LUKA PERLAHAN-LAHAN, JIKA TERJADI PERLENGKETAN PAD LUKA BASAHI KEMBALI DENGAN CAIRAN ISOTONIS

  9. BUANG KASA KOTOR PADA TEMPATNYA

  10. LEPAS SARUNG TANGAN KOTOR GANTI DENGAN SARUNG TANGAN STERIL

  11. KAJI KEADAAN LUKA

  12. BERSIHKAN LUKA DENGAN CAIRAN ISOTONIS

  13. KERINGKAN LUKA DENGAN KASA

  14. BERIKAN PRIMER DRESSING SESUAI WARNA DASAR LUKA (SPT: WARNA HITAM BERIKAN HIDROAKTIF GEL,MERAH MUDAH BERDARAH BERIKAN CALCIUM ALGINATE, DLL)

  15. TUTUP LUKA DENGAN SEKUNDER DRESSING

  16. RAPIKAN TEMPAT TIDUR DAN LINGKUNGAN PASIEN

  17. RENDAM ALAT PADA CAIRAN ANTISEPTIK, CUCI ALAT, RAPIKAN DAN SIMPAN PADA TEMPATNYA

  18. CUCI TANGAN

  19. CATAT TINDAKAN DAN KONDISI LUKA PADA CATATAN KEPERAWATAN ATAU FORM DOKUMENTASI DATA LUKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *